RSS
Pertemuan dengan Para Pejabat Perwakilan Wali Faqih di Universitas (2010/07/12 - 03:06)

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar Ayatullah al-Udzma Sayyid Ali Khamenei Ahad sore (11/7) mengadakan pertemuan dengan para pejabat lembaga-lembaga perwakilan Wali Faqih di universitas-universitas Iran. Dalam pertemuan itu Rahbar menilai situasi lingkungan akademik dari pelbagai aspek sangat kondusif, tepat dan cukup menonjol. “Kemajuan dan gerakan ilmiah di universitas-universitas, kerja nyata jihad para mahasiswa, cara pandang dan kepekaan politik kalangan akademik, kehadiran di saat-saat yang genting, atmosfir keagamaan di kalangan mahasiswa dan banyaknya para dosen mukmin dan peduli akan masa depan negara merupakan kenyataan cemerlang lingkungan universitas di seluruh negeri,” tambah Rahbar.

 

Rahbar menilai keberadaan para rohaniwan di universitas dan hubungan dekat mereka dengan para mahasiswa dan dosen merupakan satu dari nikmat besar yang ada di Iran pasca Revolusi Islam. Menurut beliau, “Kesempatan besar dan penting ini harus disyukuri dan pentingnya masalah ini dapat menepis propaganda buruk dan kecemasan mereka yang punya niat buruk terkait ide islamisasi universitas. Karena salah satu implementasi islamisasi universitas adalah partisipasi para rohaniwan di universitas.”

 

Setelah memberikan penjelasan mengenai masalah islamisasi universitas, Rahbar kemudian membicarakan tentang kondisi universitas-universitas di seluruh Iran. Beliau mengatakan, “Patut disayangkan, sebagian orang hanya memperhatikan poin-poin negatif lalu masalah ini dibesar-besarkan. Ketika ada yang menyatakan kepuasannya mengenai kondisi para mahasiswa dan pemuda, mereka menafsirkannya sebagai bukti ketidaktahuan mengenai kondisi universitas-universitas.”

 

Sekaitan dengan hal ini, beliau menambahkan, “Memuji kondisi universitas bukan berarti tidak mau tahu akan sebagian kekurangannya. Tapi masalah ini harus dilihat tidak secara terpisah, sehingga dapat mengambil kesimpulan yang lebih mendekati kenyataan.”

 

Seraya menyinggung laporan Hujjatul Islam Mohammadian, Kepala Lembaga Perwakilan Wali Faqih di universitas, Rahbar mengingatkan sifat para pemuda dan mahasiswa serta kehadiran mereka di sebuah lingkungan bernama universitas harus dilihat secara bersamaan dengan propaganda menyesatkan yang disebarkan secara luas. Ayatullah Sayyid Ali Khamenei mengatakan, “Dengan memperhatikan masalah-masalah seperti ini, dan juga kenyataan keilmuan dan keagamaan, lingkungan universitas saat ini benar-benar sebuah lingkungan yang sangat kondusif, tepat dan menonjol.”

 

“Dalam mengkaji kondisi spiritualitas universitas tidak boleh mengharapkan lingkungan santri juga berlaku di lingkungan universitas,” jelas Rahbar.

 

Ayatullah Sayyid Ali Khamenei menekankan pentingnya memperhatikan secara bersamaan masalah akidah dan spiritual para mahasiswa. “Hendaknya bangunan pemikiran para mahasiswa diperkuat sedemikian rupa sehingga tidak hanya dipengaruhi oleh hal-hal yang negatif, tapi diharapkan mereka dapat mengubah lingkunganya dan menjadi sumber daya manusia yang maju dari sisi pemikiran,” jelas Rahbar.

 

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran menilai perhatian terhadap masalah-masalah spiritual para mahasiswa dapat menjadi pendukung bangunan keyakinan mereka. Ditambahkannya, “Hendaknya hati para pemuda diperkenalkan kepada Allah dengan nasihat dan perilaku yang baik.”

 

Ayatullah Sayyid Ali Khamenei menilai kelaziman dalam upaya mempengaruhi hati para pemuda adalah dengan nasihat yang dibarengi dengan perbuatan yang tepat dan ikhlas. Seraya menekankan pentingnya memberikan mata-mata kuliah keagamaan dengan bahasa kontemporer dan sesuai dengan pemikiran dan sastra pemuda beliau mengatakan, “Hauzah ilmiah punya kewajiban penting dalam memberikan dukungan sumber daya manusia dan keilmuan kepada lembaga-lembaga perwakilan Wali Faqih di universitas-universitas di seluruh Iran.”

 

Ayatullah Sayyid Ali Khamenei juga tidak lupa menyebut kewajiban penting pemerintah terkait masalah ini. Beliau menegaskan, “Berbeda dengan periode-periode sebelumnya, sangat beruntung sekali pemerintah telah menyiapkan sarana bagi aktifitas para rohaniwan di universitas-universitas yang tentu saja nikmat ini patut disyukuri dan memanfaatkan kesempatan ini dengan benar.”